Tekan Inflasi Jelang Ramadan, Pemprov Kalbar Gelar Pasar Murah di Sintang

"Pemprov Kalbar menggelar operasi pasar murah di Sintang dengan menyalurkan 1.000 paket sembako dan gas LPG 3 kg untuk menekan inflasi jelang Ramadan."
Pemprov Kalbar menggelar operasi pasar murah di Sintang dengan menyalurkan 1.000 paket sembako dan gas LPG 3 kg untuk menekan inflasi jelang Ramadan. (Dok. Ist)

Baca Juga: Guncangan Sesar Adang di Sintang, Gempa Tektonik M3,2 Terjadi di Kedalaman Dangkal

Setiap paket dilepas kepada masyarakat dengan harga Rp90.000. Selain itu, disediakan pula 560 tabung gas LPG 3 kilogram yang dijual seharga Rp18.500 per tabung.

Gubernur Kalbar Ria Norsan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan lonjakan harga komoditas di pasaran.

“Operasi pasar ini kita laksanakan untuk membantu masyarakat dan menekan angka inflasi. Supaya tidak terjadi inflasi yang tinggi, maka kita adakan pasar murah untuk masyarakat,” ujar Norsan.

Norsan memaparkan bahwa harga beras yang sebelumnya mencapai Rp120.000 per karung di pasaran, telah mendapat subsidi dari Bulog sehingga turun menjadi Rp90.000. Pemprov Kalbar kemudian memberikan subsidi tambahan sehingga masyarakat cukup membayar Rp50.000 untuk komponen beras dalam paket tersebut.

“Ini bentuk intervensi pemerintah agar harga tetap terjangkau,” ungkapnya.

Ke depannya, Pemprov Kalbar menargetkan operasi pasar serupa akan terus digelar secara berkala dan menyasar daerah-daerah yang mencatatkan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Kita berpindah-pindah. Di mana angka inflasi mulai tinggi, kabupatennys kita datangi,” ucap Norsan.

Sementara itu, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyambut baik intervensi dari pemerintah provinsi tersebut. Ia menilai program ini langsung menyentuh daya beli warga yang tengah bersiap menghadapi peningkatan konsumsi rumah tangga jelang Ramadan.

“Kami melihat masyarakat sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, karena harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dari harga pasar,” tutur Bala.

Bala menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat diperlukan untuk mengantisipasi gejolak ekonomi lokal.

“Ketika ada kecenderungan harga naik, langkah seperti ini sangat efektif untuk menahan gejolak di lapangan,” katanya.

Sebagai penutup, ia menargetkan agar program pendistribusian bahan pokok murah ini bisa diperluas ke wilayah-wilayah lain di Sintang.

“Kami berharap operasi pasar seperti ini bisa menjangkau lebih banyak kecamatan, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Safari Ramadhan di Keraton Sintang, Gubernur Kalbar Jadikan Keluhan Warga Bahan RKPD 2027

(Nara)