Faktakalbar.id, KALEIKINO – Ketegangan energi di Eropa memasuki babak baru setelah Ukraina meledakkan stasiun gas Druzhba-1 di Kaleikino, Rusia, Senin (23/2/2026).
Baca Juga:Â Ukraina Hancurkan Helikopter Ka-52 dan Mi-8 Rusia dalam Serangan Drone di Oryol
Insiden ini terjadi di tengah ancaman serius dari negara tetangga terkait pasokan energi darurat.
Stasiun gas di Kaleikino merupakan objek vital yang bertanggung jawab memompa sekitar 86% dari total kapasitas pipa minyak Druzhba-1.
Serangan ini mengakibatkan kelumpuhan distribusi minyak mentah dalam skala masif ke wilayah Eropa.
Langkah nekat Kyiv ini dilakukan meski sebelumnya pemimpin Slovakia dan Hungaria telah mengeluarkan ultimatum keras.
Kedua negara tersebut mengancam akan menghentikan total pasokan listrik darurat dan bahan bakar diesel ke Ukraina jika kerusakan stasiun akibat serangan sebelumnya tidak segera dipulihkan.
Baca Juga:Â Peringatan Keras Rusia: Angkatan Laut Siap Terobos Jika Barat Nekat Blokade Laut
Dampak diplomatik langsung terasa setelah Hungaria secara resmi melayangkan veto terhadap bantuan Uni Eropa (EU) untuk Ukraina hingga pipa tersebut kembali beroperasi normal.
Selain hambatan bantuan, Ukraina kini menghadapi krisis energi internal yang parah karena kehilangan 63% dari total kapasitas impor listrik mereka akibat penghentian pasokan dari negara-negara tetangga tersebut.
Serangan sabotase ini diprediksi akan memperburuk hubungan Ukraina dengan mitra-mitra Eropanya, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan energi dasar di tengah musim dingin yang masih berlangsung.
(FR)
















