Kepala BNPB Serahkan Bantuan untuk 30 KK Korban Banjir di Huntara Aceh Tamiang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, (kemeja hijau dan rompi hijau) saat menyapa dan menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) Pulo Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (25/2) siang. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, (kemeja hijau dan rompi hijau) saat menyapa dan menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) Pulo Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (25/2) siang. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, ACEH TAMIANG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok secara langsung kepada puluhan warga korban banjir yang menempati hunian sementara atau huntara Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu (25/2/2026).

Penyerahan bantuan logistik ini merupakan langkah nyata pemerintah pusat dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas bencana terjamin dengan baik.

Baca Juga: Pembangunan 1.500 Huntara Korban Banjir di Desa Sahraja Aceh Timur Dimulai

Bantuan tersebut disalurkan secara spesifik kepada 30 kepala keluarga (KK) yang kini menetap di fasilitas huntara Aceh Tamiang di kawasan Pulo Tiga.

Paket bantuan yang diserahkan oleh Kepala BNPB terdiri dari delapan jenis bahan pokok utama, yakni minyak goreng, susu, mi instan, gula, lauk kaleng, biskuit, dan beras.

Penyerahan bantuan logistik dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga yang tercatat telah menempati fasilitas penampungan tersebut selama satu minggu terakhir. Selain menyalurkan bahan kebutuhan pokok untuk orang dewasa, Suharyanto juga memberikan perhatian khusus dengan menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yang turut tinggal di lokasi huntara.

Sebagai informasi, para penghuni fasilitas ini merupakan warga yang berasal dari Dusun Tempel, Kecamatan Tamiang Hulu.

Mereka terpaksa direlokasi ke tempat yang lebih aman lantaran tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat akibat terjangan bencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

Dalam agenda kunjungan kerjanya, Kepala BNPB yang didampingi langsung oleh Bupati Aceh Tamiang menyempatkan diri untuk berdialog dengan warga. Dialog ini bertujuan untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi secara layak di lokasi pengungsian.

Merespons hasil dialog tersebut, Suharyanto langsung menginstruksikan jajarannya agar segera mempercepat pemenuhan kebutuhan mendesak di lapangan.

Salah satu prioritasnya adalah penyediaan suplai air bersih melalui optimalisasi jaringan pipa yang terhubung langsung ke fasilitas penampungan air di lokasi huntara Aceh Tamiang.