Baca Juga: 5 Tradisi Unik Masyarakat Kapuas Hulu yang Memesona dan Sarat Makna Budaya
Ratnasari, salah seorang warga Kapuas Hulu, menyatakan bahwa kemegahan bandara harusnya sejalan dengan keterjangkauan akses transportasi bagi masyarakat.
“Kita sambut baik dengan megah dan mewahnya bandara Pangsuma Putussibau ini. Tetapi harus diimbangi jugalah dengan harga tiket pesawat saat ini. Harga tiket pesawat sekarang sangat mahal,” kata Ratnasari, Selasa (24/2).
Ia juga membandingkan tarif saat ini dengan harga di masa lalu.
“Dulu pernah harga tiket pesawat Putusibau ke Pontianak mencapai Rp500 ribu hingga Rp800 ribu. Kalau sekarang kan hanya ada satu pesawat saja yang terbang, itupun tidak setiap hari,” tuturnya.
Keluhan serupa datang dari warga Putussibau lainnya, Herman. Ia menilai ketiadaan kompetitor membuat harga tiket sulit turun.
“Kita berharap ada penambahan maskapai karena secara otomatis harga tiket akan murah,” ujarnya.
Sementara itu, Farel, warga lainnya, juga menyoroti lonjakan harga yang signifikan.
“Sekarang kalau tak salah harga tiket pesawat sekarang mencapai Rp 1,6 juta atau lebih, dan dulu pernah harganya Rp700 ribu,” ujarnya.
Merespons persoalan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyampaikan bahwa pihaknya kerap membawa isu ini ke pemerintah pusat.
Ia menjelaskan bahwa tingginya harga tiket penerbangan dibentuk oleh beberapa komponen seperti harga avtur, pajak, dan suku cadang pesawat.
“Beberapa komponen tiket pesawat ini, tergantung dari Pemerintah itu sendiri, sehingga tidak bisa juga hanya menyalahkan pihak airline, dimana pemilik pesawat punya limit bawah dan atas, sehingga apabila harga tiket pesawat limit bawah tidak laku, maka pesawat akan berhenti,” terangnya saat melakukan kunjungan kerja di Kapuas Hulu.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa operasional penerbangan merupakan entitas bisnis murni.
“Kalau tidak ada untung, pesawat tidak akan mau terbang,” tuturnya.
Terkait desakan masyarakat agar ada penambahan armada pesawat di rute Putussibau – Pontianak, Lasarus menyebut hal tersebut kembali pada pertimbangan profit dari masing-masing maskapai.
“Kita juga tidak bisa menekankan airline harus buka jalur penerbangan, karena ini sudah berbicara bisnis, kalau tidak ada untung, tidak akan mau terbang, kecuali Pemerintah subsidi harga tiket pesawat,” pungkasnya.
Baca Juga: Data Tak Tepat Sasaran, 20 Ribu Peserta PBI BPJS Kesehatan Kapuas Hulu Dinonaktifkan
(Nara)
















