5 Tradisi Unik Masyarakat Sintang yang Memesona dan Penuh Makna Budaya

"Temukan 5 tradisi unik masyarakat Sintang yang penuh makna budaya. Mulai dari silaturahmi Terempoh, Mandi Taman, hingga menenun ikat di Rumah Betang."
Temukan 5 tradisi unik masyarakat Sintang yang penuh makna budaya. Mulai dari silaturahmi Terempoh, Mandi Taman, hingga menenun ikat di Rumah Betang. (Dok. Ist)

Gawai atau pesta panen adalah perayaan besar yang rutin digelar oleh masyarakat subsuku Dayak di Sintang.

Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas kelancaran musim tanam dan hasil panen padi yang melimpah.

Dalam perayaan ini, masyarakat akan menggelar berbagai ritual adat, menampilkan tarian tradisional, serta menyajikan kuliner khas peninggalan leluhur.

4. Ritual Mandi Taman

Ini adalah tradisi sakral yang berakar dari kebudayaan Istana Al-Mukarramah atau Keraton Sintang.

Ritual Mandi Taman umumnya dilaksanakan sebagai bentuk syukuran, membayar nazar, atau prosesi doa untuk memohon kesembuhan dari penyakit.

Dalam pelaksanaannya, warga yang menggelar hajatan akan dimandikan menggunakan air bunga yang telah didoakan oleh pemuka agama, diiringi dengan lantunan zikir dan selawat.

5. Upacara Umpan Benua

Masyarakat adat Sintang juga memiliki tradisi Umpan Benua yang bertujuan sebagai sarana tolak bala dan memohon keselamatan wilayah.

Ritual ini biasanya dilakukan sebelum masyarakat menggelar hajatan besar atau untuk membersihkan kampung dari hal-hal buruk dan energi negatif.

Prosesinya melibatkan sesajen dan doa-doa khusus yang dipanjatkan oleh tokoh adat agar hubungan antara alam, manusia, dan Sang Pencipta selalu selaras.

Baca Juga: Guncangan Sesar Adang di Sintang, Gempa Tektonik M3,2 Terjadi di Kedalaman Dangkal

(Mira)