5 Tradisi Unik Masyarakat Kapuas Hulu yang Memesona dan Sarat Makna Budaya

"Temukan 5 tradisi unik masyarakat Kapuas Hulu yang sarat makna dan nilai budaya. Mulai dari Gawai Makai Taun hingga tradisi panen madu hutan alami."
Temukan 5 tradisi unik masyarakat Kapuas Hulu yang sarat makna dan nilai budaya. Mulai dari Gawai Makai Taun hingga tradisi panen madu hutan alami. (Dok. Ist)

3. Keahlian Menenun Kain Sidan

Bagi perempuan Dayak Iban di Kapuas Hulu, menenun bukan sekadar mata pencaharian, melainkan identitas dan tradisi turun-temurun.

Tenun Sidan adalah salah satu mahakarya tekstil khas daerah ini. Kain ini dibuat dengan teknik menenun yang rumit menggunakan pewarna alami dari akar dan dedaunan hutan. Motif yang dihasilkan sangat khas dan cerah, sering kali menceritakan hubungan manusia dengan alam dan leluhur.

4. Tradisi Bekarang Ikan

Saat musim kemarau tiba dan air di Danau Sentarum atau sungai-sungai mulai surut, masyarakat Kapuas Hulu memiliki tradisi Bekarang.

Ini adalah kegiatan menangkap ikan beramai-ramai menggunakan alat tangkap tradisional yang ramah lingkungan seperti bubu, jala, atau tangguk.

Tradisi ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat setempat dalam mencari bahan pangan.

5. Tari Pingan (Tari Piring khas Dayak)

Jika Sumatera Barat punya Tari Piring, Kapuas Hulu juga memiliki Tari Pingan yang merupakan tarian tradisional masyarakat Dayak Mualang dan Iban.

Tarian atraktif ini menggunakan piring batu berwarna putih dan biasanya diiringi oleh alunan musik tradisional yang rancak.

Tari Pingan umumnya dipertunjukkan untuk menyambut tamu kehormatan, perayaan pesta panen, atau acara pernikahan.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Gelar Operasi Pasar Murah di Kapuas Hulu, Harga Paket Sembako Turun Jadi Rp 50 Ribu

(Mira)