Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kabupaten Kapuas Hulu yang dijuluki “Bumi Uncak Kapuas” tidak hanya terkenal dengan keindahan alam Danau Sentarum atau rimbunnya hutan tropis.
Wilayah di ujung timur Kalimantan Barat ini juga menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa dari perpaduan harmonis masyarakat adat Dayak dan Melayu.
Bagi Anda yang menyukai wisata budaya dan ingin mengenal lebih dekat gaya hidup masyarakat pedalaman Kalimantan, mengeksplorasi kebiasaan adat setempat adalah sebuah pengalaman yang berharga.
Berikut adalah 5 tradisi unik masyarakat Kapuas Hulu yang masih terjaga kelestariannya hingga kini:
Baca Juga: Data Tak Tepat Sasaran, 20 Ribu Peserta PBI BPJS Kesehatan Kapuas Hulu Dinonaktifkan
1. Perayaan Gawai Makai Taun
Gawai Makai Taun adalah salah satu perayaan terbesar bagi masyarakat adat Dayak, khususnya subsuku Iban di Kapuas Hulu.
Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Petara (Tuhan) atas hasil panen padi yang melimpah.
Dalam perayaan ini, masyarakat akan berkumpul di betang (rumah panjang) mengenakan pakaian adat lengkap, menyajikan makanan tradisional, dan melakukan berbagai ritual adat serta tarian yang bisa berlangsung selama beberapa hari.
2. Panen Madu Hutan (Lalau dan Tikung)
Masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum memiliki cara unik dan ramah lingkungan dalam memanen madu hutan.
Mereka menggunakan teknik Lalau (memanen dari pohon tinggi yang tumbuh alami) dan Tikung (membuat dahan buatan untuk memikat lebah Apis dorsata agar bersarang).
Proses panen ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan diiringi dengan lantunan syair atau mantra tradisional untuk menenangkan lebah agar tidak menyengat.
















