Seorang perempuan memiliki perlindungan alami berupa hormon estrogen yang membantu ginjal membuang asam urat dengan lebih cepat.
Namun, kondisi ini berubah drastis ketika memasuki fase menopause.
Saat kadar estrogen menurun, asam urat cenderung meningkat di dalam darah.
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan kadar asam urat tinggi justru memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih fatal dibandingkan laki-laki.
Selain itu, gejala awal masalah jantung pada perempuan sering kali tidak terlihat jelas atau atypical, sehingga sering kali baru disadari saat kondisinya sudah cukup berat.
Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Untuk menghindari risiko ini, perubahan gaya hidup menjadi kunci utama. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
- Rutin Melakukan Medical Check-up: Jangan tunggu nyeri sendi muncul untuk memeriksa kadar asam urat.
- Perhatikan Asupan Makanan: Batasi makanan yang mengandung purin tinggi seperti jeroan atau makanan laut tertentu.
- Hidrasi yang Cukup: Minum air putih yang cukup membantu ginjal menyaring asam urat secara maksimal.
- Olahraga Teratur: Membantu menjaga kelenturan pembuluh darah dan berat badan ideal.
Memahami bahwa asam urat bukan sekadar masalah sendi adalah langkah awal untuk melindungi jantung Anda.
Dengan deteksi dini dan pola hidup sehat, risiko serangan jantung dapat ditekan sedini mungkin.
Baca Juga: Nyeri Sendi Mendadak? 5 Ini Langkah Darurat yang Wajib Dilakukan Saat Asam Urat Kambuh
(Mira)
















