Tak Lengkap Tanpa Kurma: Mengapa Buah Ini Begitu Identik dengan Bulan Ramadhan?

"Mengapa kurma selalu menjadi menu wajib saat buka puasa? Simak alasan tradisi dan manfaat medis kurma sebagai pengembali energi bagi perempuan dan keluarga di bulan Ramadhan."
Mengapa kurma selalu menjadi menu wajib saat buka puasa? Simak alasan tradisi dan manfaat medis kurma sebagai pengembali energi bagi perempuan dan keluarga di bulan Ramadhan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Memasuki bulan suci Ramadhan, pemandangan tumpukan kurma di supermarket hingga pasar tradisional menjadi hal yang sangat jamak.

Buah manis asal Timur Tengah ini seolah menjadi “ikon” wajib yang harus ada di meja makan setiap keluarga.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kurma begitu melekat dengan tradisi berpuasa?

Bukan sekadar hiasan meja, berikut adalah alasan mengapa kurma dan Ramadhan menjadi dua hal yang tak terpisahkan:

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Takjil, Ini 4 Manfaat Kurma untuk Kesehatan yang Luar Biasa

1. Tradisi dan Anjuran Berbuka

Secara historis, kurma adalah makanan pokok di tanah kelahiran Islam.

Tradisi berbuka puasa dengan kurma telah berlangsung selama berabad-abad.

Bagi umat Muslim, mengikuti cara berbuka ini adalah bentuk penghormatan terhadap tradisi yang sudah turun-temurun.

Hal ini membuat setiapn hidangan takjil untuk keluarga hampir pasti akan meletakkan kurma sebagai menu pembuka utama.

2. Pengembali Energi Instan (Energy Booster)

Setelah seharian berpuasa, kadar gula darah dalam tubuh menurun drastis, yang sering kali membuat kita merasa lemas. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa dalam kadar yang tinggi.

Secara medis, ini adalah simple sugar yang sangat mudah diserap tubuh.