Faktakalbar.id, KYIV – Angkatan Bersenjata Ukraina dilaporkan berhasil menghancurkan dua helikopter militer Rusia, yakni helikopter serang Ka-52 dan helikopter multiperan Mi-8, melalui serangan drone di lapangan terbang Pugachevka, wilayah Oryol, Rusia, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Peringatan Keras Rusia: Angkatan Laut Siap Terobos Jika Barat Nekat Blokade Laut
Serangan tersebut menyasar aset penerbangan Rusia yang ditempatkan jauh dari garis depan pada malam hari tanggal 20 Februari 2026.
Berdasarkan laporan Militarnyi, operasi ini menunjukkan efektivitas penggunaan drone serang jarak jauh Ukraina dalam melumpuhkan kekuatan udara Rusia yang bertugas mencegat operasi udara tak berawak.
Lapangan terbang Pugachevka merupakan landasan udara kecil tidak beraspal milik Oryol Aeroclub dari organisasi DOSAAF Rusia.
Lokasi ini diduga digunakan oleh pasukan Rusia sebagai pangkalan operasional sementara untuk detasemen helikopter gabungan guna mencegat drone jarak jauh Ukraina yang masuk ke wilayah tersebut.
Helikopter multiperan Mi-8 yang hancur diketahui memiliki nomor registrasi 53 dan merupakan aset milik Resimen Helikopter Independen ke-319 yang bermarkas di Primorsky Krai.
Sementara itu, pesawat kedua yang hancur adalah helikopter serang Ka-52 “Alligator” dengan nomor registrasi 18 dari Brigade Penerbangan Angkatan Darat ke-16 yang bermarkas di wilayah Rostov.
Platform Mi-8 selama ini banyak digunakan pasukan Rusia untuk dukungan logistik dan evakuasi medis, sedangkan Ka-52 merupakan helikopter serang utama untuk misi pengintaian dan anti-lapis baja.
Baca Juga: Whistleblower John Kiriakou Sebut Donald Trump Putuskan Serang Iran Pekan Ini
Serangan terhadap aset di darat ini dinilai mengurangi risiko operasional bagi pasukan Ukraina dibandingkan dengan pertempuran udara langsung.
Operasi ini bertujuan untuk menurunkan kemampuan Rusia dalam menghalau serangan drone yang menargetkan lokasi militer dan industri di dalam wilayah Rusia.
Penempatan pesawat di lapangan terbang darurat dengan perlindungan lemah membuat aset-aset tersebut lebih rentan terhadap serangan drone presisi Ukraina.
(FR)














