“Karantina Kalimantan Barat memastikan setiap satwa yang akan dilepasliarkan telah melalui prosedur pemeriksaan kesehatan dan karantina yang ketat. Kolaborasi bersama BKSDA dan TNI di wilayah perbatasan Jagoi Babang ini sangat krusial demi memutus rantai perdagangan satwa liar sekaligus mengembalikan kekayaan hayati kita ke habitat yang seharusnya,” jelas Noval Isnaeni.
Keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi penguatan pengawasan peredaran satwa liar di Kalimantan Barat.
Kesadaran masyarakat dalam menyerahkan satwa dilindungi menjadi faktor kunci yang diharapkan terus meningkat demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis Indonesia.
(FR)
















