Faktakalbar.id, TEHERAN – Pemerintah India melalui Kedutaan Besar di Teheran resmi mengeluarkan peringatan keamanan (advisory) yang mendesak seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran menggunakan sarana transportasi yang tersedia, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Antisipasi Penolakan Ultimatum Iran, AS Kerahkan Dua Gugus Tugas Kapal Induk
Peringatan tersebut ditujukan kepada seluruh warga negara India yang saat ini berada di Iran, termasuk pelajar, peziarah, pelaku bisnis, hingga wisatawan.
Mereka diminta untuk keluar dari wilayah Iran sesegera mungkin melalui penerbangan komersial atau moda transportasi lain yang masih beroperasi.
Selain instruksi untuk meninggalkan negara tersebut, pihak kedutaan menekankan agar warga tetap waspada dan menghindari area-area yang menjadi titik demonstrasi atau protes.
Warga juga diminta untuk selalu menyiapkan dokumen perjalanan dan identitas diri (paspor/ID) guna mengantisipasi situasi darurat.
Langkah drastis ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa dua gugus tugas kapal induk AS, USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln, telah dikerahkan ke wilayah Mediterania dan Timur Tengah untuk bersiap menghadapi potensi aksi militer.
Baca Juga: Whistleblower John Kiriakou Sebut Donald Trump Putuskan Serang Iran Pekan Ini
Informasi mengenai rencana serangan ini sempat diungkapkan oleh jurnalis John Kiriakou, yang menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump telah menetapkan keputusan serangan setelah Teheran tidak menunjukkan tanda-tanda menerima ultimatum 10 hari terkait program nuklir dan rudal balistiknya.
Bagi warga negara India yang belum mendaftarkan diri, pihak kedutaan meminta mereka segera melakukan registrasi melalui tautan resmi untuk memudahkan koordinasi evakuasi dan pemberian bantuan jika terjadi gangguan internet atau eskalasi konflik yang lebih luas.
(FR)
















