Faktakalbar.id, TEKNOLOGI – Sebuah anomali menarik terjadi di pasar ponsel pintar pada awal tahun 2026. Belum genap setahun menyapa penggunanya, iPhone 17 Pro Max justru tercatat sebagai perangkat yang paling rajin masuk ke meja tukar tambah (trade-in).
Padahal, secara logika, ponsel flagship terbaru biasanya masih digunakan oleh pemiliknya.
Namun, laporan terbaru dari SellCell yang dikutip pada Sabtu (21/2/2026), menunjukkan tren sebaliknya. iPhone 17 Pro Max menyumbang angka 11,5 persen dari total 20 perangkat yang paling sering ditukar tambah, melesat dari angka 5,1 persen pada November lalu.
Kondisi Unit Masih ‘Like New’
Yang mengejutkan analis adalah kualitas unit yang masuk ke pasar sekunder.
Data menunjukkan sekitar 86 persen unit iPhone 17 Pro Max yang masuk program trade-in berada dalam kondisi ‘sangat baik’ atau seperti baru (like new).
Fenomena ini mematahkan tren tahun-tahun sebelumnya di mana pasar tukar tambah biasanya didominasi model lawas seperti iPhone 14 atau iPhone 13. Sinyal kuat menunjukkan bahwa para pemiliknya bukanlah orang yang terpaksa menjual karena kerusakan, melainkan kelompok pengguna yang sangat cepat bosan dan ingin berganti perangkat (early adopters).
Sebagai perbandingan, model pendahulu seperti iPhone 16 Pro Max dan iPhone 15 Pro Max masing-masing hanya menyumbang angka sekitar 7 persen di panggung tukar tambah.
Baca Juga: Mudah! Cara Membersihkan Cache di iPhone dan Menghapus Cookie Safari untuk Performa Lebih Cepat
Nilai Jual yang Masih Perkasa
Lantas, mengapa pengguna terburu-buru melepasnya? Salah satu alasannya adalah nilai depresiasi yang relatif rendah.
Dalam periode 145 hari sejak peluncuran, harga iPhone 17 Pro Max hanya turun sekitar 25,4 persen.
Angka ini jauh lebih baik dibandingkan iPhone 16 Pro Max yang harganya jatuh hingga 32,5 persen dalam periode yang sama.
Saat ini, harga rata-rata jual kembali untuk unit iPhone 17 Pro Max kondisi sangat baik masih berada di angka US$967,50 atau setara dengan Rp16,3 juta.
















