Baik rokok konvensional maupun rokok elektrik atau vaping, keduanya mengandung zat kimia yang merusak lapisan dinding pembuluh darah.
Karbon monoksida dan nikotin menyebabkan jantung bekerja lebih keras namun mendapatkan oksigen yang lebih sedikit.
Bagi perempuan maupun laki-laki, kebiasaan ini secara signifikan mempercepat penuaan fungsi jantung.
4. Begadang dan Stres yang Tidak Terkelola
Kebiasaan melakukan revenge bedtime procrastination atau menunda waktu tidur demi hiburan setelah bekerja seharian berdampak buruk pada ritme sirkadian tubuh.
Kurang tidur kronis meningkatkan hormon kortisol yang memicu tekanan darah tinggi.
Jika ditambah dengan stres yang tidak terkelola, beban kerja jantung akan meningkat dan berisiko menyebabkan gagal jantung di usia muda.
5. Enggan Melakukan Medical Check-up Rutin
Banyak anak muda merasa “merasa sehat” berarti “benar-benar sehat.”
Padahal, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala awal, sehingga dijuluki sebagai silent killer.
Mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin membuat banyak orang baru menyadari adanya masalah jantung saat kondisinya sudah memasuki tahap kritis.
(Mira)
















