“Dua orang mengalami luka-luka akibat shock dan benturan telah dirujuk ke Puskesmas Ngargoyoso,” catat laporan resmi BPBD setempat.
Terkait dampak materil, BPBD Kabupaten Karanganyar mencatat kerugian berupa kerusakan pada tiga unit rumah warga dan satu bangunan kandang ternak.
Dari Provinsi Jawa Timur, hidrometeorologi basah melanda wilayah Kabupaten Probolinggo. Banjir menerjang Desa Blimbing, Kecamatan Pakuniran pada Jumat (20/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kejadian ini memutus total satu-satunya akses jembatan penghubung antara Desa Blimbing dan Desa Kalidandan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Imbasnya, sebanyak 100 KK terdampak.
Selain itu, angin kencang juga menerjang lima kecamatan di Probolinggo pada hari yang sama, yakni Kecamatan Gading, Sumberasih, Tiris, Krucil, dan Besuk. Akibatnya, 18 KK terdampak dan sembilan unit rumah mengalami kerusakan atap, dengan rincian empat rumah rusak ringan dan lima rumah rusak sedang.
Merespons kondisi cuaca saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa wilayah NTB pada dasarian ketiga bulan Februari 2026 masih memiliki curah hujan menengah hingga tinggi.
Baca Juga: Didominasi Banjir dan Cuaca Ekstrem, BNPB Rilis Laporan Bencana Periode 8-9 Februari 2026
Wilayah lain yang diprakirakan akan mengalami hujan dengan kategori tinggi mencakup Kabupaten Majalengka dan Kuningan di Jawa Barat; Kabupaten/Kota Tegal, Pekalongan, dan Batang di Jawa Tengah; Kabupaten/Kota Kupang di NTT; sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan seperti Makassar, Gowa, Maros, dan Jeneponto; hingga Kabupaten Puncak di Papua Tengah.
Sebagai langkah antisipasi, pihak berwenang terus meminta warga untuk bersiaga penuh.
“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi selama musim hujan seperti angin kencang, hujan ekstrim, puting beliung, banjir dan gelombang tinggi serta kemungkinan bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” imbau BNPB dalam keterangan resminya.
“Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” pungkas laporan tersebut.
(*Red)
















