Progres Pembangunan Jembatan Gantung Pidie Jaya Capai 65 Persen

Tim gabungan Vertical Rescue Indonesia dan prajurit Yonif TP 836/BY mengerjakan proyek jembatan gantung pasca-bencana di Gampong Lhok Sanding, Pidie Jaya, Aceh.
Tim gabungan Vertical Rescue Indonesia dan prajurit Yonif TP 836/BY mengerjakan proyek jembatan gantung pasca-bencana di Gampong Lhok Sanding, Pidie Jaya, Aceh. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Evaluasi Progres Pemulihan Pascabencana di Aceh

Tim gabungan terus berjibaku siang dan malam untuk memastikan pembangunan selesai sesuai target. Memulihkan roda ekonomi dan memangkas jarak tempuh warga menjadi prioritas utama. Terkait rincian progres teknis, sejumlah tahapan telah berhasil dirampungkan secara penuh.

“Pekerjaan yang telah mencapai 100 persen meliputi pengeboran besi palang, pembentangan enam sling utama atas dan bawah, mobilisasi material batu dan pasir ke titik A dan B, serta pengecatan dasar pada gapura di kedua sisi jembatan,” catat laporan teknis pengerjaan di lapangan.

Percepatan kini dialihkan pada struktur pendukung agar jembatan aman difungsikan. Pekerjaan pondasi di titik A, pembentangan sling pagar horizontal, dan pemotongan sling rawayan kini masuk tahap penyelesaian akhir. Pembuatan plang gapura dan turunan tepi jauh juga telah mencapai progres antara 90 hingga 95 persen.

Sementara itu, tim di lapangan tetap memacu pemasangan palang jembatan yang saat ini menyentuh angka 45 persen. Untuk pengecatan akhir gapura, tahapannya baru mencapai 30 persen. Fokus pengerjaan turut diarahkan pada penyelesaian pembuatan dudukan sling horizontal serta struktur sayap jembatan.

Sinergi keahlian teknis medan ekstrem dari Vertical Rescue Indonesia dan dedikasi personel Yonif TP 836/BY ini memastikan jembatan dibangun dengan standar keamanan tinggi demi segera mengakhiri keterisolasian warga Gampong Lhok Sanding.

(*Red)