Progres Pembangunan Jembatan Gantung Pidie Jaya Capai 65 Persen

Tim gabungan Vertical Rescue Indonesia dan prajurit Yonif TP 836/BY mengerjakan proyek jembatan gantung pasca-bencana di Gampong Lhok Sanding, Pidie Jaya, Aceh.
Tim gabungan Vertical Rescue Indonesia dan prajurit Yonif TP 836/BY mengerjakan proyek jembatan gantung pasca-bencana di Gampong Lhok Sanding, Pidie Jaya, Aceh. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PIDIE JAYA – Pembangunan jembatan gantung Pidie Jaya di Gampong Lhok Sanding, Kecamatan Meurah Dua, Provinsi Aceh, mencatatkan progres fisik sebesar 65 persen hingga Minggu (22/2).

Infrastruktur vital ini dibangun kembali oleh tim gabungan pasca-hancur diterjang banjir bandang akibat Siklon Senyar pada akhir November 2025 lalu.

Baca Juga: Pembangunan 1.500 Huntara Korban Banjir di Desa Sahraja Aceh Timur Dimulai

Hancurnya akses tersebut tidak terlepas dari karakteristik geografis Sungai Meureudu yang membelah Kabupaten Pidie Jaya. Sungai ini merupakan sungai induk bagi sejumlah anak sungai sebelum bermuara di perairan Selat Malaka.

Kondisi ini membuat wilayah hilir sangat rentan saat bagian hulu dilanda hujan lebat berdurasi lama. Saat Siklon Senyar melanda, debit air meluap drastis melampaui kapasitas sungai.

Banjir kiriman tersebut tidak hanya membawa massa air yang besar, tetapi juga material destruktif berupa potongan kayu, sampah, pasir, hingga bebatuan raksasa.

Hantaman material ini mengakibatkan putusnya jembatan penyeberangan utama di Gampong Lhok Sanding, sehingga konektivitas dan mobilitas warga setempat lumpuh total.

Pasca-penanganan darurat, pemerintah kini berfokus penuh pada fase pemulihan. Proyek strategis pembangunan jembatan gantung Pidie Jaya ini dikerjakan melalui kolaborasi solid antara tim ahli Vertical Rescue Indonesia dan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 836/Brahma Yodha (Yonif TP 836/BY).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memberikan dukungan penuh berupa penyediaan material bangunan.