“Operasi ini digelar karena adanya permasalahan yang harus dicarikan solusinya oleh masing-masing satgas sesuai cara bertindak masing-masing. Pelaksanaan operasi akan berjalan optimal apabila seluruh personel memahami secara detail dan menyeluruh tugas dan fungsinya,” tegas Agung saat memberikan amanat di hadapan peserta apel.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), rincian kegiatan, hingga sasaran operasi telah tertuang secara mendalam dalam dokumen perencanaan.
Oleh karena itu, dokumen tersebut wajib dijadikan pedoman utama bagi personel saat bertugas di lapangan guna menghindari tumpang tindih peran atau ketidakpastian tindakan.
Baca Juga: Polda Kalbar Kerahkan 700 Personel dan 27 Pos dalam Operasi Liong Kapuas 2026
Situasi pengamanan tahun ini dinilai memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.
Kondisi ini menuntut personel untuk bekerja secara ekstra optimal dengan mengedepankan nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Kalimantan Barat.
“Melalui penguatan strategi dalam Operasi Liong Kapuas 2026, diharapkan seluruh personel dapat bekerja secara profesional dan terkoordinasi. Saya yakin dengan prinsip kerja Kapolda Kalbar yang Responsif, Partnership, dan Solutif, seluruh tugas selama operasi berlangsung dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Agung.
Dengan kesiapan ini, Polda Kalbar berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif, sehingga masyarakat yang merayakan Imlek dan Cap Go Meh maupun yang menjalankan ibadah puasa Ramadan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
(*Red)
















