“Kami melaksanakan patroli Siber secara intensif selama operasi berlangsung. Tujuannya jelas mencari dan meminimalisir konten yang mengarah pada hal-hal negatif agar perayaan Imlek dan menyambut bulan suci Ramadan berjalan lancar tanpa kendala,” ujar Edi Tuliskanto.
Selain melakukan pemantauan mandiri, kepolisian juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan digital.
Baca Juga: Polda Kalbar Kerahkan 700 Personel dan 27 Pos dalam Operasi Liong Kapuas 2026
Warga diimbau untuk segera melapor apabila menemukan konten yang mengandung ujaran kebencian atau isu SARA.
“Jika menemukan konten yang menjurus ke arah perpecahan, segera informasikan kepada kami. Setiap temuan akan langsung kami tindak lanjuti dan diproses sesuai hukum tindak pidana siber yang berlaku,” tegasnya.
Sinergitas dan Imbauan Bijak Bersosial Media
Dukungan terhadap langkah ini juga disampaikan oleh Kasatgas Humas, Prinanto. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya ke orang lain guna mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks.
Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dinilai merupakan tanggung jawab bersama, baik di dunia nyata maupun di ruang siber.
Kedewasaan dalam menggunakan media sosial sangat diperlukan untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
“Kami mendampingi setiap langkah yg dilakukan tim satgas siber dalam menjalankan fungsinya , kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi pelapor tetapi juga menjadi penyaring informasi yaitu dengan tidak ikut menyebarkan berita atau konten yg belum tentu kebenaranya, mari kita junjung tinggi toleransi di momen sakral perayaan Imlek dan masuknya Bulan suci Romadhon, kita saling hormat menghormati saudara -saudara kita yang sedang menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing masing, karena stabilitas Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama baik didunia nyata maupun di dunia maya, tetap kita jaga kondusifitas Kalimantan Barat dalam Harmoni Kebersamaan,” tutup Prinanto.
Melalui upaya yang dilakukan oleh Satgas Siber Operasi Liong Kapuas 2026, diharapkan masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan aman dan damai tanpa gangguan konten provokatif di media sosial.
(*Red)
















