“MABM diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan adat dan budaya Melayu, menanamkan nilai kesantunan dan etos kerja kepada generasi muda, hingga menjadi penengah dan pemersatu dalam dinamika sosial masyarakat,” tambahnya.
Tantangan Bupati tersebut disambut positif oleh Ketua MABM Kabupaten Kayong Utara, Mawardi Usman.
Dalam Rakerda yang mengusung tema “Penguatan Peran Majelis Adat Budaya Melayu dalam Pelestarian Adat dan Budaya untuk Meningkatkan Kontribusi Pembangunan Kayong Utara” ini, Mawardi menegaskan komitmennya agar organisasi tidak terjebak nostalgia.
Baca Juga: Ketua MABM Kayong Utara Tegaskan Pentingnya Kontribusi Nyata bagi Pembangunan Daerah
“MABM tidak boleh menjadi penjaga museum yang pasif dan statis. Kita tidak boleh hanya pandai bercerita tentang kebesaran masa lalu tanpa memberikan dampak nyata bagi masa kini dan masa depan,” tegas Mawardi.
Menurutnya, penguatan peran MABM harus dimaknai dengan kehadiran nyata dalam pembangunan daerah.
Nilai-nilai luhur Melayu tidak hanya dilestarikan sebagai simbol, tetapi diimplementasikan sebagai fondasi karakter generasi muda dan integritas sosial masyarakat Kayong Utara.
(FR)
















