Baginya, antusiasme warga dari berbagai latar belakang etnis ini merupakan cerminan kuatnya semangat kebersamaan di Kota Pontianak.
Ia juga menekankan pentingnya menghapus dikotomi perbedaan asal-usul di tengah masyarakat.
“Kita semua adalah keturunan Adam dan Hawa yang terlahir dari suku-suku, bangsa-bangsa, budaya-budaya. Tidak ada satupun umat manusia di dunia ini dari rahim ibu yang bercita-cita lahir suku apa, agama apa. Itu sudah kodrat Tuhan yang Maha Esa yang harus kita syukuri bersama,” tegasnya.
Perayaan ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi langit pusat kota.
Meski dihadiri massa dalam jumlah besar, suasana di sepanjang jalur utama pecinan Pontianak tersebut tetap terpantau kondusif dan tertib.
Baca Juga: Bikin Konten Makin Hoki! Inilah 5 Rekomendasi Lagu untuk Postingan Sa Cap Meh di Media Sosial
(Mira)
















