“PT PAL Indonesia memastikan melalui komunikasi intensif dan koordinasi berkelanjutan, setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertanggung jawab dan transparan sesuai dengan standar kualitas, dan spesifikasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak,” tegas manajemen PT PAL.
Baca Juga: Perkuat Pertahanan, Australia Kucurkan Rp46 Triliun untuk Proyek Kapal Selam Nuklir AUKUS
Secara teknis, pembangunan lunas (keel laying) untuk kapal pertama telah dilakukan pada Januari 2024, bersamaan dengan pemotongan baja (steel cutting) untuk kapal kedua.
Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Filipina bukan hal baru. Sebelumnya, pada 2014, Filipina telah memesan dua kapal serupa senilai $92 juta yang kini beroperasi sebagai BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).
Kedua kapal tersebut terbukti tangguh dalam berbagai misi, mulai dari patroli di Laut China Selatan, kunjungan diplomasi ke Rusia dan Korea Selatan, hingga misi kemanusiaan pemulangan pekerja migran dari Oman.
Pengadaan kapal ini merupakan bagian dari langkah strategis Filipina yang mengalokasikan anggaran sekitar ₱2 triliun (USD 35 miliar) untuk modernisasi militer dalam satu dekade ke depan, merespons dinamika keamanan di kawasan.
(FR)
















