Banjir di Kabupaten Grobogan Rendam 34 Desa, Jalur Kereta Api Jakarta-Surabaya Terganggu

Petugas gabungan melakukan monitoring usai memperkuat tanggul sungai menggunakan kantong berisi pasir di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2).
Petugas gabungan melakukan monitoring usai memperkuat tanggul sungai menggunakan kantong berisi pasir di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, GROBOGAN – Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir besar yang merendam 34 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin (16/2/2026).

Peristiwa ini berdampak pada 5.214 kepala keluarga serta menyebabkan gangguan signifikan pada operasional kereta api lintas utara rute Jakarta-Surabaya.

Baca Juga: BNPB Laporkan Rangkaian Bencana di Cilacap, Sumbawa, dan Lampung Selatan

Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang terjadi sejak Minggu malam hingga Senin pagi, serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang.

Akibatnya, sungai-sungai tersebut meluap dan merendam pemukiman warga dengan ketinggian air yang bervariasi. Satu unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terjangan air.

Dampak Luapan Sungai dan Tanggul Jebol

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, dan Penawangan.

Di Kecamatan Kedungjati, tujuh desa terendam luapan Sungai Tuntang dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Desa Wates menjadi wilayah dengan dampak paling besar di kecamatan tersebut, dengan 1.000 kepala keluarga terdampak.

Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan terjadi akibat jebolnya sejumlah tanggul sungai. Di Kecamatan Tegowanu, tanggul Sungai Cabean dan Sungai Jratun dilaporkan rusak, sementara di Kecamatan Karangrayung, tanggul Sungai Jajar Baru jebol sepanjang 15 meter.

Kondisi ini menyebabkan air masuk ke permukiman dan menggenangi lebih dari 100 hektare lahan persawahan di Desa Kebonagung.

Gangguan Transportasi dan Penanganan Darurat

Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggenangi jalur rel kereta api di kilometer 32 antara Karangjati dan Gubug.

Kondisi rel yang terendam air memaksa petugas melakukan pengamanan ketat dan menghambat perjalanan kereta api rute Jakarta-Surabaya demi menjamin keselamatan operasional.

Hingga Senin siang, pantauan di Bendung Sedadi menunjukkan status level siaga meskipun tren air mulai menurun.