Faktakalbar.id, PONTIANAK — Sejumlah sumber menyebut inisial AS diduga mulai mengosongkan dana triliunan rupiah yang tersimpan di rekening bank nasional, di tengah menguatnya penindakan terhadap jaringan tambang bauksit dan emas ilegal di Kalimantan Barat.
Langkah itu disebut terjadi setelah tim Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mengintensifkan pengawasan terhadap sejumlah perusahaan yang diduga terafiliasi dengannya.
Baca Juga: Tim Gakkum ESDM dan Satgas PKH Halilintar kembali menyegel Perusahaan Bauksit Milik AS, yaitu PT QSS
Kasus yang menyeret PT Enggang Jaya Makmur (EJM) menjadi salah satu pemicu situasi memanas. Perusahaan tersebut diduga mencuri bauksit di kawasan IUP milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Perkara ini disebut mengejutkan sejumlah pihak karena penindakan dilakukan secara terbuka dan disertai pemasangan plang penyegelan.

Selain EJM, aparat penegak hukum dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM bersama Satgas PKH Halilintar juga menyegel PT Quality Sukses Sejahtera (QSS) di Tayan Hilir dan PT Kalbar Bumi Perkasa (KBP) atas dugaan aktivitas pertambangan bauksit ilegal.
Sejumlah narasumber menyebut ketiga perusahaan itu diduga terkait dengan AS dan kroninya, yang selama ini disebut-sebut kebal hukum.
















