Sa Cap Meh secara harfiah berarti malam tanggal 30 bulan pertama (bulan terakhir di tahun lama). Ini adalah momen penutup tahun.
- Fokus Utama: Kebersamaan keluarga inti (reunion).
- Tradisi: Aktivitas utama adalah makan malam bersama atau tuan yuan fan. Anggota keluarga yang merantau akan berusaha pulang untuk berkumpul. Selain itu, ada tradisi shou sui, yaitu begadang hingga tengah malam untuk menyambut pergantian tahun sekaligus mendoakan panjang umur bagi orang tua.
- Suasana: Lebih bersifat privat, hangat, dan dilakukan di dalam rumah masing-masing.
Cap Go Meh: Puncak dan Penutup Perayaan Imlek
Cap Go Meh jatuh pada tanggal 15 bulan pertama kalender lunar, tepat saat bulan purnama pertama di tahun baru. Ini adalah puncak sekaligus penutup dari seluruh rangkaian perayaan Imlek.
- Fokus Utama: Perayaan publik dan rasa syukur.
- Tradisi: Berbeda dengan Sa Cap Meh yang privat, Cap Go Meh dirayakan secara meriah di luar ruangan. Identik dengan festival lampion, pertunjukan barongsai, naga (liong), hingga pawai budaya. Di beberapa daerah seperti Kalimantan Barat, perayaan ini juga diwarnai dengan atraksi tatung.
- Suasana: Sangat ramai, meriah, penuh cahaya lampion, dan melibatkan masyarakat luas dari berbagai kalangan.
Kesimpulan Perbedaan
Singkatnya, Sa Cap Meh adalah momen untuk berpamitan dengan tahun lama bersama keluarga di rumah, sedangkan Cap Go Meh adalah pesta besar untuk merayakan tahun baru yang telah berjalan selama 15 hari sekaligus menutup festival dengan suka cita.
Baca Juga: Pengamanan Terpadu di Pusat Keramaian Singkawang Jelang Perayaan Cap Go Meh
(Mira)
















