Pada abad ke-9, ketika para alkemis menemukan bubuk mesiu (huo yao), bambu mulai digantikan oleh tabung kertas berisi mesiu yang menghasilkan ledakan lebih kuat dan percikan cahaya.
Makna di Balik Ledakan: Mengusir Monster Nian
Alasan utama mengapa kembang api “wajib” ada saat Imlek berkaitan erat dengan legenda Nian.
Konon, Nian adalah sosok monster mengerikan yang keluar dari dasar laut atau hutan setiap akhir tahun untuk memangsa ternak dan manusia.
Masyarakat kuno menyadari bahwa monster ini memiliki kelemahan: ia sangat takut pada warna merah dan suara gaduh.
Oleh karena itu, menyalakan kembang api dan petasan menjadi ritual defensif untuk:
- Mengusir Roh Jahat: Suara ledakan dipercaya menakuti nasib buruk dan entitas negatif yang ingin masuk ke tahun yang baru.
- Mengundang Keberuntungan: Dengan hilangnya energi negatif, ruang bagi keberuntungan (fortune) dan kemakmuran akan terbuka lebar.
- Simbol Kegembiraan: Cahaya yang memancar di langit melambangkan masa depan yang terang benderang bagi keluarga yang merayakannya.
Baca Juga: Wujudkan Kepedulian Jelang Imlek, Tjhai Chui Mie Salurkan Sembako “Berbagi Kasih”
(Mira)
















