Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan kemeriahan warna merah, hidangan lezat, dan tentu saja suara ledakan kembang api yang menggelegar di langit malam.
Namun, bagi masyarakat Tionghoa, kembang api bukan sekadar pertunjukan visual yang estetik.
Ada akar sejarah mendalam dan makna spiritual yang menyertainya.
Jejak Sejarah: Dari Bambu Bakar Hingga Bubuk Mesiu
Baca Juga: Resmi Dimulai, Wali Kota Singkawang Buka Rangkaian Budaya Imlek dan Cap Go Meh
Tradisi menyalakan kembang api berawal dari ribuan tahun lalu di daratan Tiongkok, jauh sebelum bubuk mesiu ditemukan.
Awalnya, masyarakat menggunakan batang bambu segar yang dilemparkan ke dalam api.
Udara yang terperangkap di dalam rongga bambu akan memuai akibat panas dan menghasilkan suara ledakan keras yang disebut pao zhu. Inilah cikal bakal istilah petasan dalam bahasa Mandarin.
















