“Perayaan ini adalah wujud nyata harmoni dan toleransi antarumat beragama di Kota Singkawang. Semoga momentum Imlek 2577 membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat,” ungkap Tjhai Chui Mie.
Sebagai bagian dari perkuatan nilai toleransi, panitia juga menyelenggarakan doa lintas agama dalam rangkaian festival.
Hal ini dilakukan untuk memohon keselamatan dan kedamaian bagi bangsa. Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Muhajirin Yanis menilai tradisi ini merupakan ikon kerukunan yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Baca Juga: Polda Kalbar Gelar Apel Perdana Operasi Liong Kapuas 2026, Tekankan Pelayanan Humanis
Kondusifitas acara didukung penuh oleh pengamanan dari Wakapolda Kalbar beserta personel TNI dan Polri.
Masyarakat dari berbagai latar belakang etnis terlihat berbaur merayakan dimulainya rangkaian festival kebudayaan tersebut.
Dengan pembukaan yang berjalan tertib, status Kota Tertoleran Singkawang semakin nyata di mata nasional dan internasional.
Kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi fondasi kuat bagi persatuan dan kemajuan suatu daerah di masa depan.
(*Red)
















