Jamin Stok Aman, Disbunnak Kalbar Koordinasi Stabilitas Harga Produk Hewan Jelang Hari Raya

Suasana rapat koordinasi daring yang dipimpin Disbunnak Provinsi Kalbar untuk membahas stabilitas pasokan dan harga produk hewan jelang HBKN 2026. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Suasana rapat koordinasi daring yang dipimpin Disbunnak Provinsi Kalbar untuk membahas stabilitas pasokan dan harga produk hewan jelang HBKN 2026. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Jaga Harga dan Pasokan Produk Hewan secara daring guna memastikan ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau bagi masyarakat, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Pastikan Kesiapsiagaan Karhutla, Kadisbunnak Kalbar Tinjau Sarpras di PT Rezeki Kencana

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini merupakan langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga produk hewan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Fokus utama pemantauan ditujukan pada periode perayaan Hari Raya Imlek 2577 Kongzili, Bulan Ramadhan 1447 H, hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.

Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pihak strategis, mulai dari Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi Kalimantan Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Selain unsur pemerintahan, instansi vertikal, aparat penegak hukum, asosiasi, hingga para pelaku usaha produk hewan turut dilibatkan dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Disbunnak Kalbar Gelar Pelatihan Sistem Baru Tunjangan Pegawai

Penyelenggaraan rakor ini bertujuan untuk memitigasi potensi gangguan distribusi serta mencegah adanya gejolak harga di pasar.

Selain itu, upaya ini juga dilakukan untuk mengawasi praktik perdagangan agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, demi menjamin pangan yang berkelanjutan dan terjangkau.

Melalui komitmen bersama yang dibangun dalam satu meja koordinasi tersebut, diharapkan ketersediaan produk hewan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan tenang tanpa terbebani oleh ketidakpastian harga pangan.

(FR)