Hal ini dikarenakan pelafalan kata empat (si) dalam bahasa Mandarin terdengar sangat mirip dengan kata mati.
Sebaliknya, angka delapan (ba) sangat dianjurkan karena terdengar seperti kata kemakmuran (fa).
3. Hanya untuk yang Belum Menikah
Tradisi aslinya menyebutkan bahwa angpao diberikan oleh orang yang sudah berkeluarga (menikah) kepada anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang belum menikah.
Orang yang sudah menikah dianggap telah dewasa secara sosial dan finansial, sehingga memiliki kewajiban untuk membagikan keberuntungan kepada mereka yang masih lajang.
4. Dilarang Membuka di Depan Pemberi
Menjaga etika adalah bagian penting dari tradisi ini.
Sangat tidak sopan jika seseorang langsung membuka angpao di hadapan si pemberi.
Penerima harus menerimanya dengan kedua belah tangan, mengucapkan terima kasih atau doa baik, lalu menyimpannya terlebih dahulu.
Ini adalah bentuk penghormatan terhadap ketulusan si pemberi ketimbang fokus pada nominal uangnya.
Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Sa Cap Meh dan Cap Go Meh dalam Tradisi Imlek
(Mira)
















