BNPB Laporkan Rangkaian Bencana di Cilacap, Sumbawa, dan Lampung Selatan

Wilayah terdampak tanah longsor di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (15/2) sumber foto BPBD Cilacap
Wilayah terdampak tanah longsor di Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (15/2). (Dok. BPBD Cilacap)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai kejadian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga Senin (16/2/2026) pagi, tercatat adanya kejadian tanah longsor, banjir, dan angin kencang yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di berbagai provinsi.

Baca Juga: BNPB Serahkan 252 Unit Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

Rangkaian peristiwa ini menuntut percepatan Penanganan Bencana di Indonesia guna meminimalkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Tim gabungan di masing-masing daerah telah diterjunkan untuk melakukan kaji cepat dan memberikan bantuan darurat di lokasi terdampak.

Tanah Longsor di Kabupaten Cilacap

Kejadian pertama dilaporkan dari Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Hujan deras pada Sabtu (14/2/2026) sore memicu tanah longsor di Desa Cidadap dan Desa Tayem, Kecamatan Karangpucung.

Peristiwa ini mengancam keselamatan 15 kepala keluarga serta 15 unit rumah warga.

Selain dampak fisik pada bangunan, material longsor sepanjang 100 meter dilaporkan menutup Daerah Aliran Sungai (DAS) Cirajayu.

BPBD Cilacap bersama warga setempat telah melakukan gotong royong untuk memperbaiki rumah yang terdampak serta membangun turap darurat dari tanah sebagai penahan sementara.

Banjir di Kabupaten Sumbawa

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir merendam dua desa di Kecamatan Empang, yaitu Desa Empang Bawa dan Desa Bunga Eja.

Sebanyak 270 kepala keluarga terdampak akibat meluapnya air sungai yang masuk ke pemukiman warga pada Sabtu sore.

Upaya Penanganan Bencana di Indonesia di wilayah ini difokuskan pada pembersihan sisa material banjir dan perbaikan infrastruktur air.

Petugas gabungan telah membangun penahan tebing sungai (bronjong) serta melakukan normalisasi sedimen pada saluran DAS agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir susulan dapat dikurangi.