Mengenal Proses Kematian Sel Tubuh Manusia Menurut Penjelasan Ilmiah

Ilustrasi medis yang menggambarkan urutan waktu berhentinya fungsi organ manusia mulai dari sel otak hingga jaringan sel darah putih menurut penjelasan sains.
Ilustrasi medis yang menggambarkan urutan waktu berhentinya fungsi organ manusia mulai dari sel otak hingga jaringan sel darah putih menurut penjelasan sains. (Dok. Ist)

Ketahanan Jaringan dan Sel Tubuh

Meskipun jantung telah berhenti, organ seperti hati, ginjal, dan pankreas masih mampu mempertahankan sisa aktivitas biologisnya selama kurang lebih satu jam. Penemuan yang lebih mengejutkan adalah ketahanan jaringan luar dan bagian mata yang sanggup bertahan lebih lama.

“Hati, ginjal, dan pankreas masih dapat bertahan sekitar satu jam setelah kematian. Yang mengejutkan, beberapa jaringan tubuh justru bisa bertahan lebih lama. Kulit, tendon, katup jantung, hingga kornea mata diketahui masih hidup bahkan setelah satu hari,” jelas laporan science tersebut.

Bagian tubuh yang paling lama bertahan dalam proses kematian sel tubuh ini adalah sel darah putih.

Baca Juga: 6 Tips Tampil “Fresh” Sepanjang Hari: Rahasia Tetap Segar Meski Aktivitas Padat

Berbeda dengan organ kompleks lainnya, sel darah putih tidak terlalu bergantung pada suplai oksigen konstan untuk tetap aktif dalam jangka pendek.

“Bagian tubuh yang paling lama bertahan adalah sel darah putih. Sel darah putih dapat tetap aktif hingga hampir tiga hari setelah kematian,” tambah penjelasan tersebut.

Pemahaman mengenai proses kematian sel tubuh ini menjadi sangat penting dalam dunia kedokteran, terutama untuk keperluan transplantasi organ dan identifikasi forensik. Hal ini membuktikan bahwa batas antara hidup dan mati tidak terjadi dalam satu detik tunggal, melainkan sebuah urutan biologis yang berlangsung secara sistematis hingga seluruh jaringan benar-benar berhenti bekerja.

(Natash)