Perkuat Etika Politik, Edi Kamtono Ajak Pemuda Muhammadiyah Kritis di Era Digital

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersalaman dengan peserta Dialog Ideopolitor PDM Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersalaman dengan peserta Dialog Ideopolitor PDM Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya ruang dialog bagi generasi muda Muhammadiyah untuk memperkuat kesadaran politik yang berlandaskan etika dan moral, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Fokus RKPD 2027, Edi Rusdi Kamtono Prioritaskan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Infrastruktur

Edi menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dalam berbagai dinamika sosial dan politik tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Al Quran dan Sunnah.

Gerakan tajdid atau pembaruan, menurutnya, tidak hanya dimaknai sebagai pembaruan pemikiran, tetapi juga sikap dan tindakan progresif dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.

“Forum seperti ini bukan sekadar diskusi, tetapi ruang pembelajaran bersama. Ada kesinambungan antara pengalaman para senior dan semangat adik-adik mahasiswa,” ujarnya ketika membuka Dialog Ideopolitor PDM Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak.

Melalui dialog ini, ia berharap dapat tumbuh kesadaran berpolitik yang santun dan beretika.

Selain itu, forum tersebut diharapkan memperkuat organisasi sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan umat, serta mendorong generasi muda untuk aktif dalam pembangunan dengan semangat kebangsaan.

Baca Juga: Ribuan Pelari dari Berbagai Negara Ramaikan Pontianak City Run 2026

Edi juga menyoroti tantangan global di era digital yang dinilai semakin kompleks. Karena itu, generasi muda dituntut tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga kritis dan melek informasi.