“Saya berharap aksesibilitas wilayah semakin terbuka, aktivitas ekonomi masyarakat meningkat, serta terwujud percepatan pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri,” tambahnya.
Alexander Wilyo menekankan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga tingkat pemerintah desa adalah kunci utama.
Kerja sama ini memastikan bahwa setiap proyek yang dikerjakan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Ini juga selaras dengan visi misi pembangunan Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri. Semoga gotong royong ini dapat selalu dilakukan agar mempercepat pembangunan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Dansatgas TMMD, Abu Hanifah, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini adalah bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.
Fokus utamanya adalah menciptakan ketahanan wilayah yang kuat melalui kebersamaan antara prajurit dan warga.
“Tidak hanya sarana fisik yang dibangun, tetapi juga semangat kebersamaan, gotong royong, serta ketahanan wilayah yang kuat,” tegas Abu Hanifah.
Program ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Terdapat tiga desa di Kecamatan Sungai Laur yang menjadi sasaran utama kegiatan, yaitu Desa Selangkut Raya, Desa Harapan Baru, dan Desa Tanjung Maju.
(*Red)
















