Catatan sejarah menunjukkan bahwa pesan Valentine tertulis pertama dikirim oleh Charles, Duke of Orleans, kepada istrinya saat ia dipenjara di Menara London pada tahun 1415.
Sejak saat itu, berkirim surat atau handmade cards menjadi tradisi yang populer di Inggris dan menyebar ke seluruh Eropa sebagai cara mengekspresikan perasaan secara personal dan mendalam.
4. Revolusi Industri dan Produksi Massal
Pada abad ke-19, Hari Valentine mengalami perubahan besar dari tradisi personal menjadi fenomena global.
Esther Howland, yang dikenal sebagai “Ibu Valentine Amerika”, mulai memproduksi kartu ucapan secara massal dengan hiasan renda dan pita yang indah.
Inovasi ini membuat tradisi berkirim ucapan menjadi lebih mudah diakses oleh semua kalangan, bukan lagi hanya milik kaum bangsawan.
5. Perluasan Makna di Era Modern
Di abad ke-21, makna Valentine terus berkembang.
Hari kasih sayang tidak lagi hanya terbatas pada pasangan romantis.
Muncul tren seperti Galentine’s Day untuk merayakan persahabatan, serta penekanan pada self-love atau mencintai diri sendiri.
Pergeseran ini menunjukkan bahwa meskipun sejarahnya kelam, masyarakat modern memilih untuk mempertahankan esensi positif dari kasih sayang dalam berbagai bentuknya.
Baca Juga: Sambut Imlek dan Valentine 2026, Golden Tulip Pontianak Hadirkan Promo Menginap dan Kuliner Spesial
(Mira)
















