Peran jurnalisme kini bergeser dari sekadar penyampai berita menjadi penyaring kebenaran. Verifikasi menjadi benteng terakhir untuk menjaga kepercayaan publik yang mulai terkikis oleh narasi-narasi palsu berbasis algoritma.
Di sisi lain, keterbukaan informasi dan transparansi kerja kepolisian dinilai memerlukan dukungan media yang bertanggung jawab.
Kerja jurnalistik yang mengutamakan cek dan ricek dianggap jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar kecepatan unggah (upload) yang mengabaikan validitas data.
Peringatan HPN tahun ini di Sekadau menjadi pengingat bagi para pelaku industri media untuk tidak sekadar menjadi pengekor teknologi.
Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana memanfaatkan AI untuk riset yang mendalam, tanpa mengabaikan prinsip kemanusiaan dan kejujuran dalam pemberitaan.
Baca Juga: Pers di Tengah Ancaman AI: Diskominfo Sekadau Ingatkan Bahaya Hoaks Manipulatif dan Deepfake
(Arya)
















