Lifestyle  

Cara Gabung Niat Puasa Ganti dan Senin Kamis

Ilustrasi - Hukum dasar Islam mewajibkan Anda untuk menyelesaikan seluruh utang puasa Ramadan sebelum Ramadan berikutnya tiba. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Hukum dasar Islam mewajibkan Anda untuk menyelesaikan seluruh utang puasa Ramadan sebelum Ramadan berikutnya tiba. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Umat Muslim di Kalimantan Barat mulai mempersiapkan diri menyambut Ramadan 2026 dengan melunasi sisa utang puasa tahun lalu. Muncul sebuah pertanyaan teknis yang sering menghuni kolom pencarian: apakah seseorang boleh menyatukan niat puasa ganti (Qadha) dengan puasa sunah Senin Kamis?

Memahami aturan main yang benar memastikan ibadah Anda tetap sah secara agama sekaligus memberikan efisiensi waktu sebelum memasuki bulan suci yang baru.

Berikut adalah panduan lengkap untuk menggabungkan niat puasa wajib dan sunah secara tepat.

Baca Juga: Imlek Bertepatan Ramadan, Suyanto Tanjung Serukan Warga Tionghoa Ajak Muslim Buka Puasa di Rumah

1. Dahulukan Kewajiban Daripada Kesunahan

Hukum dasar Islam mewajibkan Anda untuk menyelesaikan seluruh utang puasa Ramadan sebelum Ramadan berikutnya tiba. Para ulama berpendapat bahwa status puasa Qadha adalah wajib, sedangkan Senin Kamis adalah sunah. Anda harus menempatkan posisi puasa ganti sebagai prioritas utama karena kewajiban kepada Tuhan memiliki derajat yang lebih tinggi daripada amalan tambahan.

2. Gunakan Satu Niat untuk Dua Pahala

Anda dapat meraih dua keuntungan sekaligus dengan menetapkan niat utama pada puasa Qadha saat menjalankannya di hari Senin atau Kamis.

Secara otomatis, Anda mendapatkan pahala puasa wajib sekaligus keberkahan hari sunah tersebut tanpa harus memisahkan niat secara khusus. Sistem ini sangat membantu Anda yang memiliki banyak aktivitas namun ingin tetap konsisten menjalankan ibadah tepat waktu.

3. Lafalkan Niat Puasa Ganti dengan Tegas

Anda wajib memantapkan niat di dalam hati atau melafalkannya pada malam hari sebelum fajar menyingsing.

Contoh kalimat niat yang bisa Anda gunakan adalah: Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadan karena Allah Ta’ala. Kejelasan niat pada malam hari menjadi syarat mutlak yang menentukan sah atau tidaknya sebuah puasa wajib yang sedang Anda jalankan.