Hingga Jumat, (13/2/2026), air dilaporkan sudah surut total di seluruh titik terdampak.
Meski demikian, tim gabungan tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya cuaca ekstrem susulan yang berpotensi memicu luapan air kembali.
Banjir di Malaka ini merupakan bagian dari rangkaian bencana yang terjadi di tanah air dalam beberapa hari terakhir, selain banjir di Nias Selatan dan angin kencang di Bogor.
BNPB mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk rutin memantau ketinggian muka air jika hujan turun dengan durasi yang lama.
Warga juga diimbau untuk selalu memperbarui informasi mengenai prakiraan cuaca dari lembaga resmi dan melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air yang signifikan demi menghindari adanya korban jiwa.
Baca Juga: Pasca Gempabumi Pacitan, BNPB dan DPR RI Salurkan Bantuan Logistik Senilai Rp358 Juta
(Mira)
















