Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tidak mengalami gangguan tidur meskipun mengonsumsi kopi pada malam hari. Namun, riset kesehatan terbaru menunjukkan bahwa kafein tetap merusak struktur tidur secara fisiologis.
Kondisi inilah yang sering kali menyebabkan tubuh merasa lemas dan justru membutuhkan asupan kafein tambahan segera setelah bangun pagi.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Benarkah Minum Kopi Bikin Darah Tinggi Melonjak?
Gangguan Fase Deep Sleep
Kafein bekerja sebagai antagonis reseptor adenosin di otak. Zat ini bertugas menghambat sinyal kantuk yang seharusnya menumpuk secara alami di dalam tubuh. Meskipun seseorang berhasil terlelap setelah minum kopi, kafein yang masih mengalir di dalam darah tetap aktif dan secara drastis memangkas durasi deep sleep atau tidur nyenyak.
Fase deep sleep sangat vital bagi manusia karena berperan dalam:
-
Pemulihan Fisik: Regenerasi sel dan jaringan tubuh.
-
Detoksifikasi Otak: Pembersihan sisa metabolisme otak (sistem glimfatik).
-
Kesehatan Mental: Menjaga stabilitas emosi dan daya ingat.
Tanpa fase ini, otak tidak mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas. Akibatnya, seseorang akan terbangun dalam keadaan lelah secara mental maupun fisik, atau yang sering disebut dengan istilah sleep inertia.
















