6 Hal Kelam dan Sejarah Hari Valentine: Dari Ritual Berdarah Hingga Komersialisasi

"Mengungkap sisi kelam sejarah Hari Valentine, mulai dari ritual pagan Lupercalia hingga eksekusi tragis martir. Simak fakta menarik di balik 14 Februari di sini."
Mengungkap sisi kelam sejarah Hari Valentine, mulai dari ritual pagan Lupercalia hingga eksekusi tragis martir. Simak fakta menarik di balik 14 Februari di sini. (Dok. Ist)

Meskipun niatnya untuk menghormati martir, akar kekerasan dari perayaan aslinya tetap membekas dalam catatan sejarah.

4. Puisi yang Mengubah Narasi Menjadi Romantis

Citra romantis Valentine yang kita kenal sekarang baru populer pada abad pertengahan, berkat sastrawan Inggris, Geoffrey Chaucer.

Dalam puisinya yang berjudul The Parliament of Fowls, ia pertama kali menghubungkan Hari Valentine dengan musim kawin burung dan asmara manusia.

Dari sinilah konsep cinta romantis mulai mengaburkan asal-usul kelam dari masa lalu.

5. Tragedi Berdarah St. Valentine’s Day Massacre

Hari Valentine juga tercatat dalam sejarah kriminalitas dunia.

Pada 14 Februari 1929, terjadi peristiwa St. Valentine’s Day Massacre di Chicago, Amerika Serikat.

Tujuh anggota geng saingan Al Capone dibantai secara brutal di sebuah gudang.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa tanggal 14 Februari tidak selamanya membawa kedamaian, tetapi juga bisa menjadi momen kekerasan massal.

6. Komersialisasi Massal yang Menghapus Makna

Di era modern, Valentine telah bergeser menjadi industri bernilai miliaran dolar.

Fokus perayaan kini lebih banyak pada konsumerisme, di mana kesuksesan hari tersebut diukur dari seberapa banyak cokelat, kartu, dan hadiah yang terjual.

Tekanan sosial untuk merayakannya sering kali menimbulkan kecemasan (anxiety) bagi mereka yang tidak memiliki pasangan, menjauhkan esensi kasih sayang yang tulus.

Baca Juga: Sambut Imlek 2577, Pemkot Pontianak Pusatkan Pesta Kembang Api di Jalan Gajah Mada

(Mira)