6 Hal Kelam dan Sejarah Hari Valentine: Dari Ritual Berdarah Hingga Komersialisasi

"Mengungkap sisi kelam sejarah Hari Valentine, mulai dari ritual pagan Lupercalia hingga eksekusi tragis martir. Simak fakta menarik di balik 14 Februari di sini."
Mengungkap sisi kelam sejarah Hari Valentine, mulai dari ritual pagan Lupercalia hingga eksekusi tragis martir. Simak fakta menarik di balik 14 Februari di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Hari Valentine sering kali dirayakan dengan penuh sukacita, cokelat, dan bunga sebagai simbol cinta.

Namun, di balik kemanisannya, tanggal 14 Februari menyimpan rekam jejak yang jauh dari kata romantis.

Sejarahnya melibatkan ritual kuno yang keras, martir yang dieksekusi, hingga pergeseran makna demi kepentingan komersial.

Berikut adalah 6 sisi kelam dan sejarah Hari Valentine yang jarang diketahui:

Baca Juga: Sambut Imlek dan Valentine 2026, Golden Tulip Pontianak Hadirkan Promo Menginap dan Kuliner Spesial

1. Berasal dari Ritual Kuno Lupercalia yang Keras

Sebelum menjadi hari kasih sayang, bangsa Romawi Kuno merayakan Lupercalia pada 13-15 Februari.

Ritual ini jauh dari kesan lembut; para pria mengorbankan kambing dan anjing, lalu menggunakan kulit hewan tersebut untuk mencambuk wanita.

Mereka percaya bahwa cambukan itu akan mendatangkan kesuburan. Praktik ini merupakan tradisi pagan yang dilakukan jauh sebelum gereja mencoba mengkristenkan hari tersebut.

2. Eksekusi Tragis Saint Valentine

Nama Valentine sendiri diambil dari martir Kristen, namun identitas pastinya masih menjadi perdebatan.

Salah satu kisah paling populer adalah tentang seorang pendeta yang dieksekusi oleh Kaisar Claudius II karena diam-diam menikahkan pasangan muda saat ada larangan menikah bagi tentara.

Valentine dihukum mati pada 14 Februari sekitar tahun 270 Masehi, menjadikannya simbol pengorbanan diri demi cinta.

3. Penggabungan Tradisi oleh Gereja Katolik

Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I secara resmi menetapkan 14 Februari sebagai Hari Valentine.

Langkah ini diyakini sebagai upaya Gereja untuk menghapuskan ritual pagan Lupercalia dan menggantinya dengan peringatan yang lebih religius.