“Ini adalah seruan untuk mengisi kemerdekaan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, akhlakul karimah, dan kontribusi nyata dalam membangun peradaban yang adil serta beradab. Hal ini sejalan dengan tekad kita bersama untuk menjadikan NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam memacu pembangunan daerah, meningkatkan kualitas SDM, dan menjaga kondusifitas wilayah,” ungkapnya.
Baca Juga: Wakapolres Ketapang Serap Aspirasi Warga Air Upas, Tekankan Pemberantasan Narkoba
Pemerintah Kabupaten Ketapang menilai NU sebagai benteng kokoh dalam merawat persatuan.
Jamhuri mengapresiasi peran NU yang selama ini senantiasa menyejukkan situasi dan aktif mendidik umat dengan karakter berakhlak mulia.
“Di momentum harlah ke-103 ini, saya berharap NU terus menjadi teladan dalam toleransi dan kerukunan umat beragama, terutama di tengah keberagaman masyarakat kita. Sinergi antara NU dan Pemkab semakin diperkuat, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan pesantren, dan kesehatan,” harapnya.
Menutup sambutannya, Jamhuri berpesan agar warga Nahdliyin terus mengembangkan pola pikir masa depan (futuristic thinking).
Hal ini diperlukan agar NU tidak hanya kuat secara tradisi, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan teknologi dan perkembangan zaman.
(FR)
















