Setelah ditemukan, jenazah Angel segera dievakuasi oleh petugas dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Penemuan ini menjadi duka mendalam bagi warga sekitar yang terus memantau proses pencarian sejak hari pertama kejadian.
Hingga saat ini, tim masih memfokuskan pencarian pada dua korban lainnya yang belum ditemukan, yaitu Dira Dwi (11 tahun) dan Feni (14 tahun).
Sinergi Tim SAR Gabungan di Lapangan
Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya Basarnas, personel TNI/Polri, BPBD Kabupaten Sintang, serta bantuan sukarela dari masyarakat setempat.
Tim bergerak menyisir aliran sungai dengan metode pemantauan permukaan dan penggunaan perahu karet (rubber boat).
Petugas di lapangan melakukan penyisiran pada titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi tersangkutnya korban, dengan mempertimbangkan arah arus sungai yang cukup deras.
Kendala utama di lapangan adalah kondisi arus bawah sungai yang tidak menentu, sehingga tim harus tetap mengedepankan aspek keselamatan selama proses searching.
Selain melakukan pencarian, pihak berwenang juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai.
Mengingat karakteristik Sungai Kapuas yang memiliki arus deras, pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di tepian sungai harus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Dominasi Bencana di Indonesia, BNPB Laporkan Satu Korban Jiwa dan Puluhan Rumah Rusak
(Mira)
















