“Kapal Induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP,” ujar Tunggul.
Fungsi OMSP mencakup misi kemanusiaan dalam situasi darurat, seperti evakuasi korban bencana alam skala besar maupun pengiriman pasukan perdamaian ke daerah konflik.
Kapal ini dinilai sangat cocok karena memiliki daya jelajah tinggi dan kapasitas angkut logistik yang masif.
Kendati demikian, Tunggul tidak menutup kemungkinan kapal tersebut tetap digunakan untuk misi tempur jika situasi mendesak.
Baca Juga: Indonesia Akuisisi Kapal Induk Italia, Garibaldi Akan Jadi Pangkalan Drone
Spesifikasi Gahar
Sebagai informasi, Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan ditenagai mesin penggerak super yang mampu memacu kapal hingga kecepatan 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Dari sisi persenjataan, kapal pengangkut pesawat tempur ini dilengkapi radar jamming serta sistem pertahanan mumpuni, seperti peluncur rudal anti-pesawat, meriam Oto Melara, hingga tabung torpedo.
Pabrikan pembuatnya, Fincantieri, juga memiliki rekam jejak kerja sama dengan Indonesia lewat pembangunan dua KRI baru TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
(FR)
















