Namun, perlu diingat bahwa wadah sabun cair, terutama bagian pemencetnya, bisa menjadi tempat berkumpulnya kuman jika tidak dibersihkan secara rutin.
Selain itu, penggunaan shower puff atau spons mandi yang sering dipadukan dengan sabun cair justru bisa menjadi sarang bakteri jika dibiarkan lembap di dalam kamar mandi.
Cara Menjaga Higienitas Sabun
Agar kedua jenis sabun ini tetap higienis saat digunakan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Untuk Sabun Batang:
- Gunakan tempat sabun yang memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang. Sabun yang tetap kering di antara waktu pemakaian akan mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
- Bilas sabun batang dengan air mengalir sebelum digosokkan ke tubuh untuk memastikan permukaannya bersih dari debu atau sisa pemakaian sebelumnya.
Untuk Sabun Cair:
- Bersihkan ujung dispenser secara berkala agar tidak ada sisa sabun yang mengering dan terpapar udara luar.
- Jika menggunakan alat bantu seperti spons, pastikan untuk mencucinya hingga bersih dan menjemurnya di tempat yang kering setelah digunakan.
Memilih yang Terbaik untuk Anda
Keputusan untuk menggunakan sabun batang atau sabun cair sebenarnya kembali kepada preferensi pribadi dan kondisi kulit.
Sabun batang masa kini sudah banyak yang diformulasikan dengan pelembap, sementara sabun cair atau body wash menawarkan kepraktisan bagi mereka yang sering bepergian.
Dari sisi lingkungan, sabun batang biasanya lebih unggul karena minim penggunaan kemasan plastik.
Sebaliknya, sabun cair mungkin lebih disukai di fasilitas umum untuk menghindari kontak fisik antar pengguna yang berbeda.
Singkatnya, baik sabun batang maupun sabun cair memiliki kemampuan yang sama baiknya dalam menjaga kebersihan diri.
Yang terpenting bukanlah bentuk sabunnya, melainkan bagaimana cara kita mencuci tangan atau tubuh dengan menyeluruh menggunakan air bersih yang mengalir.
Baca Juga: Bebas Nyeri di Pagi Hari: 5 Ide Menu Sarapan Aman untuk Penderita Asam Urat
(Mira)











