“Pencarian tersebut berujung pilu ketika saksi menemukan senter milik korban mengapung di permukaan air. Tak lama kemudian korban ditemukan dalam posisi terlentang di samping perahunya dan sudah tidak bernyawa,” ungkap Egidius Egi.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh petugas kepolisian, ditemukan alat genset modifikasi yang masih berada di lokasi.
Meski kedalaman air di titik tersebut hanya sekitar 10 sentimeter, kuat dugaan aliran listrik dari alat tersebut menyambar tubuh korban.
Selain faktor sengatan listrik, pihak keluarga memberikan keterangan bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan.
Baca Juga: Pamit Mancing dan Cari Rotan, Warga Bengkayang Ditemukan Tewas di Jagoi Babang
Muncul dugaan bahwa penyakit tersebut kambuh secara bersamaan saat insiden tersetrum saat mencari ikan itu terjadi, sehingga korban tidak mampu menyelamatkan diri.
Keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini murni sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan proses autopsi.
Setelah dievakuasi, jenazah pemuda tersebut langsung dibawa untuk dimakamkan di Pemakaman Muslim Desa Bongkong. Kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk menghindari metode pencarian ikan yang berbahaya guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
(Natash)
















