“Kondisi ini menyebabkan kapal pengangkut BBM tidak dapat melakukan sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang karena faktor keselamatan pelayaran,” ujar Edi Mangun.
Sebagai langkah jangka panjang untuk memitigasi Kelangkaan BBM di Kalimantan Barat, Pertamina tengah mengkaji alternatif skema bongkar muat di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.
Metode yang dipertimbangkan adalah pengosongan muatan (unloading) langsung dari kapal ke mobil tangki menggunakan sistem skid meter.
“Alternatif ini masih dalam tahap kajian teknis dan review aspek keselamatan (HSSE). Kami berharap langkah ini dapat memperkuat kelancaran distribusi BBM di wilayah Sanggau hingga Sintang,” tambah Edi Mangun.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap memperoleh bahan bakar melalui lembaga penyalur resmi dan melaporkan jika ditemukan praktik yang merugikan di lapangan.
Monitoring intensif terus dilakukan pada jalur-jalur strategis untuk memastikan Kelangkaan BBM di Kalimantan Barat dapat segera teratasi melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
(*Red)
















