Faktakalbar.id, SINTANG – Sejumlah wilayah di Kalimantan Barat kesulitan mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat terhambatnya jalur distribusi utama.
Masalah ketersediaan ini dirasakan oleh warga di Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Supir Ekspedisi Keluhkan Sulitnya Isi BBM di SPBU Balai Belungai: Mobil Siluman Dah Duluan Dapat!
Kondisi tersebut dipicu oleh pendangkalan alur Sungai Melawi yang menghalangi kapal pengangkut untuk bersandar dan menyuplai bahan bakar ke fasilitas penyimpanan.
Penurunan tinggi muka air sungai menyebabkan distribusi menuju SPBU Reguler, SPBU Non-Reguler, hingga Pertashop tidak berjalan normal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menjelaskan bahwa tinggi air Sungai Melawi tercatat hanya sekitar 2,7 meter.
Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 30 sentimeter dari pengukuran sebelumnya yang mengakibatkan kapal tidak bisa melakukan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang demi alasan keamanan pelayaran.
Guna mengatasi hambatan ini, pengiriman pasokan dialihkan melalui jalur darat dari Integrated Terminal (IT) Pontianak. Perubahan pola distribusi ini menuntut waktu tempuh yang lebih panjang dan jarak perjalanan yang lebih jauh.
Baca Juga: Pertamina Pontianak Tanggapi Kelangkaan Solar, Dimas: Kami Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Pertamina juga melakukan pengaturan ritase mobil tangki agar proses penyaluran ke masyarakat tetap bisa dioptimalkan di tengah kendala alam tersebut.
















