Sumber juga menyebut, pengiriman melalui Bandara Supadio Pontianak diduga kerap dikontrol langsung oleh inisial AS. Pengawasan disebut dilakukan dari sebuah rumah makan di area terminal, tempat yang bersangkutan diduga memantau pergerakan dan memastikan proses pengiriman berjalan sesuai rencana.
Selain AS, terdapat pula nama berinisial AT yang dikaitkan dengan usaha perdagangan toko emas di kawasan Pontianak, serta FCR yang disebut-sebut berkaitan dengan pengelolaan transaksi keuangan.
Pontianak diduga menjadi titik konsolidasi emas sekaligus pusat pengaturan aliran dana dari aktivitas tersebut.
Aphin juga mengingatkan, pada 2023 lalu kelompok yang dikaitkan dengan salah satu nama berinisial AJU sempat terseret persoalan hukum setelah diduga menodongkan senjata api kepada jurnalis saat peliputan. Namun informasi yang diperoleh menyebut perkara itu tidak berlanjut secara terbuka.
Fakta Kalbar telah berupaya melakukan konfirmasi kepada SD alias AS pada 12 Februari 2026 melalui pesan singkat terkait penyebutan namanya dalam dugaan jaringan ini. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.
Baca Juga: Polsek Sekayam Tertibkan PETI di Sungai Kayan, Enam Mesin Dompeng Dimusnahkan
(Dhion)
















