Faktakalbar.id, TEHERAN – Hubungan pertahanan antara Moskow dan Teheran kian menguat seiring dilaporkannya kedatangan alat utama sistem senjata (alutsista) baru di Iran.
Militer Iran diketahui telah menerima pengiriman helikopter serang canggih Mi-28NE buatan Rusia, yang kini mulai menampakkan diri di wilayah udara ibu kota, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Rusia Pasok 48 Pesawat Tempur ke Iran untuk Perkuat Pertahanan Udara
Berdasarkan bukti visual yang beredar, pesawat tempur sayap putar tersebut terlihat berada di Bandara Mehrabad, Teheran.
Aktivitas perakitan dilaporkan tengah berlangsung di hanggar bandara tersebut setelah proses pengiriman dari Rusia rampung.
Tak hanya itu, sebuah rekaman video pengintai yang diambil pada awal Januari 2026 juga memperlihatkan helikopter tersebut sedang menjalani uji terbang di langit Teheran.
Helikopter yang diterima Iran ini memiliki spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan kondisi geografis setempat.
Unit-unit tersebut tampil dengan skema kamuflase digital asli dan dilengkapi bilah rotor utama hasil modifikasi varian Mi-28NM.
Selain itu, terdapat perangkat pelindung debu model baru yang dipasang guna menunjang performa mesin di lingkungan yang keras dan berdebu.
Meski Teheran belum merilis pengumuman resmi terkait jumlah pasti unit yang diakuisisi, sejumlah laporan memperkirakan hingga saat ini terdapat enam unit Mi-28NE yang telah mendarat di Iran.
Realisasi pengiriman ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pertahanan sebelumnya.
Baca Juga: Bocor, Rusia Pakai Mesin Barat untuk Genjot Produksi Meriam Tank dan Artileri
Pada November 2023, Wakil Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Mahdi Farahi, sempat mengonfirmasi kepada Kantor Berita Tasnim bahwa negosiasi pembelian jet tempur Su-35, pesawat latih Yak-130, dan helikopter Mi-28 dari Rusia telah rampung.
Mi-28NE sendiri dikenal sebagai helikopter serang yang dirancang khusus untuk misi anti-lapis baja dan dukungan udara jarak dekat (Close Air Support).
Pesawat ini dipersenjatai dengan meriam 30mm, roket berpemandu maupun tanpa pemandu, serta rudal anti-tank yang mematikan.
Kehadiran helikopter ini di Bandara Mehrabad, yang melayani penerbangan sipil dan militer, mengindikasikan bahwa proses integrasi dan penerimaan unit sedang berjalan intensif.
(FR)
















